Senin, 03 November 2014

Analisa Masalah Organisasi/Perusahaan


 


Permasalahan:
Permasalahan yang dialami oleh perusahaan penerbangan Lion Air ini cukup banyak. Dari permasalahan-permsalahan yang timbul tersebut membuat perusahaan ini dianggkap sebagai maskapai kurang baik diantara berbagai maskapai-maskapai lainnya. Permasalahan yang dialami Lion Air secara kasat mata yang terjadi yaitu tergelincirnya pesawat sebanyak tiga kali berturut-turut pada tahun 2010 membuat maskapai ini semakin terlihat buruk dari segi kemanan, kualitas, serta perizinan dalam penerbangan.
Tiga insiden yang dialami Lion adalah pesawat Boeing 737-900 Extended Range yang terperosok di luar landasan pacu saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Insiden kedua terjadi sehari kemudian di bandara yang sama. Dua insiden terjadi saat kondisi landasan pacu bandara basah karena hujan. Kejadian tersebut diduga karena adanya  pelanggaran teknis operasional dalam insiden senggolan dua pesawat Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Dari kejadian ketiga insiden tersebut akhirnya pesawat ditarik ke hangar untuk diperiksa serta kementerian mengeluarkan sanksi berupa pembekuan lisensi kepada operator yang menjalankan ground support equipment.



Solusi:
Solusi untuk memecahkan atau mengurangi masalah yang dialami oleh perusahaan penerbangan ini salah satunya dapat ditempuh dengan cara memeriksa komponen kecil pesawat yang saling bertautan dan sangat mempengaruhi keselamatan penerbangan, etika dalam penerbangan lebih ditekannkan kepada para penumpang, memeriksa lisensi, mempunyai izin penerbangan secara transparan, setiap pilot diperiksa sebelum take-off, dan seharusnya apabila maskapai baru saja mengalami insiden perusahaan ini menutup penerbangan secara sementara hingga titik permasalahannya ditemukan dan terselesaikan. Hal ini bertujuan agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan dari pihak luar atas adanya pelanggaran teknis operasional yang dilakukan oleh perusahaan Lion Air tersebut. Selain itu peran pemerintah pun diperlukan dalam permasalahan semacam ini. Karena, pemerintah harus tegas dalam memberikan perizianan penerbangan terhadap seluruh maskapai penerbangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, baik oleh maskapai Lion Air atau pun maskapai lainnya.

Nama   : Hilyatul Aulia
NPM   : 14113134
Kelas   :  2KA26

Rabu, 25 Juni 2014

Manusia dan Harapan



Manusia dan Harapan

Manusia, manusia adalah makhluk hidup yang sempurna. Dimana memiliki akal fikiran yang sehat serta harapan. Menurut saya, Harapan sendiri artinya adalah suatu hal/keadaan yang lebih baik yang diinginkan oleh banyak orang untuk kedepannya. Dimana harapan ini berbentuk tidak nampak dan biasanya dapat muncul atau bermula dari sebuah khayalan semata hingga akhirnya menjadilah sebuah harapan yang ingin dicapai oleh orang tersebut. Sudah pasti hal ini dimiliki oleh semua orang. Semua orang memiliki harapannya tersendiri. Baik dalam harapan untuk karir ke depannya, keadaan keluarganya, kondisi ekonominya dan masih banyak lagi harapan-harapan dari setiap orang. Dan tentunya setiap harapan dari individu satu dengan individu lainnya berbeda.

Harapan dari setiap orang harus didasari oleh kepercayaan yang kuat, yaitu kepercayaan bahwa diri sendiri dapat mencapainya dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, orang yang memiliki harapan dan  yang ingin mewujudkan harapannya perlulah memiliki sebuah tindakan/aksi. Dimana tindakan yang harus dilakukan  agar harapan itu dapat dicapai, yaitu melalui kerja keras, berdoa dan ikhtiar. Sebaliknya, jika harapan tidak didasari oleh kerja keras, doa dan ikhtiar maka harapan tersebut hanyalah khayalan semata / harapan palsu yang sampai kapan pun tidak akan pernah terwujudkan.


Contohnya saja generasi muda, generasi ini adalah harapan dari bangsa Indonesia. Dimana bangsa ini sangat berharap kepada generasi tersebut agar dapat membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan sejahtera dimasa depan.

Kesimpulannya harapan bangsa ini tidak akan bisa terwujud jika pendidikan yang diberikan kepada generasi muda tersebut melenceng dari hal-hal yang semestinya. Pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan formal melainkan pendidikan moral serta etika dalam menghargai peraturan.

Contoh lainya yaitu Galih seorang mahasiswa yang malas, namun ia mengharapkan nilai yang tinggi saat ujian akhir semester. Sementara dari harapannya tersebut tidak ada tindakan untuk mewujudkan harapannya yaitu dengan belajar yang giat.  Sedangkan Ardi seorang mahasiswa yang rajin, ia pun  mengharapkan nilai yang tinggi pula saat ujian akhir semester nanti. Karena ia memiliki kepercayaan serta kerja keras dalam giat belajar tanpa mengenal lelah, maka harapan tersebut terwujudkan sesuai dengan keinginanya yaitu mendapatkan nilai tinggi saat ujian akhir semester.

Dapat disimpulkan bahwa sebuah harapan dari setiap orang dapat terwujud tergantung pada diri sendiri yang disertai kepercayaan, doa dan kerja keras untuk mencapai harapan tersebut.

Rabu, 07 Mei 2014

Manusia dan tanggung jawab



Manusia dan tanggung jawab. Kata tanggung jawab sendiri menurut saya artinya adalah sesuatu hal yang harus ditangani atau dikendalikan oleh individu yang berkaitan. Dan yang  dimaksud individu disini adalah manusia, setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing dalam kehidupannya. Sebagai makhluk hidup tentu saja kita hidup tidak bergantung pada diri sendiri tetapi kita saling berhubungan dengan lainnya. Yaitu memiliki hubungan dengan sang pencipta dan sesama manusia. Karena adanya hubungan tersebutlah kita dituntut harus dapat bertanggung jawab.

Misalnya saja hubungan terhadap sang pencipta, sebagai seseorang yang memiliki agama sudah sepatutnya kita melaksanakan perintah agama yang telah dianjurkan dan diwajibkan bagi umatnya yang menganut agama tersebut. Misalnya saya, saya adalah seorang muslim. Tanggung jawab seorang muslim terhadap sang pencipta (ALLAH. Swt) adalah menjalankan sholat 5 waktu, puasa, bersedekah dan lainnya. Dengan terlaksananya segala perintah yang ditentukan tersebut maka kita dapat dibilang telah bertanggung jawab sebagai muslim.

            Lalu tanggung jawab lain yang harus dijalankan manusia adalah tanggung jawab terhadap makhluk sosial. Mengapa dikatakan sedemikian, karena arti tanggung jawab terhadap sesama manusia memiliki arti yang cukup luas. Dimana dianatarnya adalah tanggung jawab terhadap pekerjaan, tanggung jawab terhadap jabatan dan tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan yang baik atau buruknya karena itu semua berhubungan dengan sesama manusia maka dapat dikatakan tanggung jawab terhadap makhluk sosial.

            Tanggung jawab terhadap makhluk sosial contohnya adalah tanggung jawab seorang anak terhadap orangtua. Tanggung jawab ini kurang lebih semua orang wajib memenuhinya. Misalnya saja kita seorang anak yang berstatus pelajar/mahasiswa. Tentu saja sudah menjadi hal umum tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh para mahasiswa/pelajar tersebut yaitu mengerjakan tugas yang diberikan, mencari dan belajar dengan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu demi membahagiakan kedua orang tua yang sudah susah payah membiayai pendidikannya. Dengan hal itulah kita telah bertanggung jawab atas jerih payah yang dilakukan oleh orangtua terhadap kita.

Selain mahasiswa, kepala rumah tangga pun termasuk kedalam tanggung jawab terhadap makhluk sosial. Mengapa demikian, karena seorang kepala rumah tangga harus mampu mencukupi kebutuhan keluarganya, menjaga keluarganya, harus mampu mengarahkan keluarganya ke jalan yang baik. Sebagai kepala rumah tangga berarti Ia seorang pemimpin di dalam keluarga dan sudah seharusnya mampu bertanggung jawab atas kedudukan yang ia pegang.

Begitupun dengan kepala/pemimpin negara (Presiden), beliau harus mampu bertanggung jawab dalam hal melindungi negaranya dengan memikirkan strategi untuk mempertahankan keutuhan negara, harus mampu memperbaiki keadaan negara dari segi SDM, SDA yang kurang baik menjadi lebih baik. Maka itulah yang disebut dengan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Selain dari uraian diatas, masih banyak lagi bentuk tanggung jawab manusia. Jadi, menurut saya bahwa tanggung jawab merupakan hal yang harus dimiliki dan dilaksanakan oleh semua orang. Dengan adanya rasa tersebut seseorang dapat berfikir dewasa, berusaha dan cermat dalam menjalankan segala hal.