Jumat, 10 Maret 2017

Etika dan Profesionalisme TSI


ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

Etika dan Profesionalisme TSI terdiri dari tiga kata, yakni etika, profesionalisme, dan TSI. Di bawah ini akan dijelaskan definisi dari ketiga kata tersebut, yakni :


ETIKA

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

  1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
  2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang  kehidupan yang khusus.
  3.  
Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
  1. Etika Individual, menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  2. Etika Sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
 
Ada dua macam etika yang harus dipahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
  1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.


PROFESIONALISME 

Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Alam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.


Ciri-Ciri Profesionalisme :
  1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
  2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
  3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
  4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

TSI


Teknologi Sistem Informasi (TSI) merupakan teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi).



MENGAPA ETIKA DAN PROFESIONALISME DIBUTUHKAN ?

Mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme adalah agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat. Manusia yang memiliki etika baik juga akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain. Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.Etika dalam teknologi informasi bertujuan agar suatu individu di lingkungan itu :
  1. Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  2. Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
  3. Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
KAPAN MENERAPKAN ETIKA DAN POFESIONALISME?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.

SIAPA PENGGUNA ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI ?

Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.
 


 

SUMBER :

 








Rabu, 01 Juni 2016

DIET

(Persuasif)

Belakangan ini banyak sekali dari kaum wanita berlomba-lomba untuk mengecilkan badannya dengan cara diet. Namun kebanyakan dari mereka salah dalam menjalankan diet. Orang-orang yang sangat terobsesi diet menganggap bahwa semakin sedikit ia makan maka akan mempercepat proses diet. Dari adanya anggapan tersebut maka sebagian dari mereka yang diet mati-matiian untuk menahan makan nasi tanpa adanya pengganti. Semakin sedikit ia makan justru tubuh akan melemah karena tidak adanya nutrisi dan gizi yang diserap oleh tubuh. Jika hal tersebut dilakukan terus-menerus maka tidak dapat dipungkiri fisik akan jatuh sakit. Jika sudah terjadi demikian maka diet harus dihentikan karena akan berbahaya jika diteruskan. Selain hal yang berbahaya itu, ada juga yang diet dengan cara mengkonsumsi obat diet. Namun jika tidak cocok atau bahkan ketergantungan dapat membahayakan nyawanya. Dari adanya hal tersebut  tidak sedikit dari mereka gagal diet untuk mendapatkan bentuk badan yang mereka dambakan.

Cara yang benar untuk melakukan diet yaitu mengganti pola makan kita dan harus menjalankan gaya hidup sehat. Mengganti pola makan itu maksudnya kita harus mengurangi makan- makanan berminyak, mengurangi porsi makan namun tetap teratur, tetap mengkonsumsi karbohidrat. Dan harus perbanyak mengkonsumsi buah, sayur  serta air putih 3 liter dalam sehari. Untuk gaya hidup sehatnya, yaitu kita imbangi dengan olahraga.

DIET

(Deskriptif)

Kaum hawa sangat menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Tidak sedikit dari mereka melakukan berbagai usaha agar mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Salah satu cara untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal, yaitu dengan cara diet. Sebenarnya arti diet bukanlah menghilangkan segala sesuatu yang sering mereka makan, misalnya nasi. Diet adalah pengaturan pola makan, baik ukuran, porsi, dan kandungan gizinya. Diet berasal dari bahasa Yunani yang berarti cara hidup. Hartono (2000) mengatakan bahwa diet adalah pengaturan jenis dan jumlah makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan serta status nutrisi dan membantu menyembuhkan penyakit.

Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa diet adalah bila tidak mengkonsumsi nasi merupakan cara diet yang paling cepat untuk mengurangi berat badan. Padahal anggapan tersebut salah, dengan cara tidak mengkonsumsi nasi justru membuat tubuh kurang asupan. Sehingga mengakibatkan fisik menjadi lemah hingga bahkan jatuh sakit.

Jika sudah jatuh sakit, tentunya perlu banyak asupan. Otomatis membuat pola makan harus bertambah untuk mengembalikan gizi dan fisik menjadi sehat. Sehingga kebanyakan dari wanita yang mengalami gagal diet karena salah aturan. Sebelum mereka melakukan diet, mereka harus mengenali jenis diet yang sesuai dengan tubuh mereka. Karena diet memiliki banyak jenis yang dapat disesuaikan dengan kadar lemak tubuh masing-masing. Jenis-jenis diet yaitu diet dengan mengkonsumsi buah, sayur, mengganti beras putih menjadi beras merah, tidak mengkonsumsi makanan berminyak.

Sehingga langkah yang baik untuk melakukan diet adalah mereka harus mengetahui arti diet. Diet bukanlah menghilangkan karbohidrat namun menghilangkan lemak dalam tubuh. Kemudian mereka memilih jenis diet yang sesuai dengan tubuh. Setelah itu barulah lakukan diet secara konsisten.

sumber :

http://sehateasy.com/pengertian-pola-makan-diet-makanan-menurut-para-ahli-kesehatan/

DIET


Kaum hawa sangat menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Tidak sedikit dari mereka melakukan berbagai usaha agar mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Salah satu cara untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal, yaitu dengan cara diet. Sebenarnya arti diet bukanlah menghilangkan segala sesuatu yang sering mereka makan, misalnya nasi. Diet adalah mengubah pola makan menjadi sehat dan teratur.

Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa diet adalah bila tidak mengkonsumsi nasi merupakan cara diet yang paling cepat untuk mengurangi berat badan. Padahal anggapan tersebut salah, dengan cara tidak mengkonsumsi nasi justru membuat tubuh kurang asupan. Sehingga mengakibatkan fisik menjadi lemah hingga bahkan jatuh sakit.

Jika sudah jatuh sakit, tentunya perlu banyak asupan. Otomatis membuat pola makan harus bertambah untuk mengembalikan gizi dan fisik menjadi sehat. Sehingga kebanyakan dari wanita yang mengalami gagal diet karena salah aturan. Sebelum mereka melakukan diet, mereka harus mengenali jenis diet yang sesuai dengan tubuh mereka. Karena diet memiliki banyak jenis yang dapat disesuaikan dengan kadar lemak tubuh masing-masing. Jenis-jenis diet yaitu diet dengan mengkonsumsi buah, sayur, mengganti beras putih menjadi beras merah, tidak mengkonsumsi makanan berminyak.

Sehingga langkah yang baik untuk melakukan diet adalah mereka harus mengetahui arti diet. Diet bukanlah menghilangkan karbohidrat namun menghilangkan lemak dalam tubuh. Kemudian mereka memilih jenis diet yang sesuai dengan tubuh. Setelah itu barulah lakukan diet secara konsisten.

DIET


Kaum hawa sangat menginginkan bentuk tubuh yang ideal. Tidak sedikit dari mereka melakukan berbagai usaha agar mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan. Salah satu cara untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal, yaitu dengan cara diet. Sebenarnya arti diet bukanlah menghilangkan segala sesuatu yang sering mereka makan, misalnya nasi. Diet adalah mengubah pola makan menjadi sehat dan teratur.

Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa diet adalah bila tidak mengkonsumsi nasi merupakan cara diet yang paling cepat untuk mengurangi berat badan. Padahal anggapan tersebut salah, dengan cara tidak mengkonsumsi nasi justru membuat tubuh kurang asupan. Sehingga mengakibatkan fisik menjadi lemah hingga bahkan jatuh sakit.

Jika sudah jatuh sakit, tentunya perlu banyak asupan. Otomatis membuat pola makan harus bertambah untuk mengembalikan gizi dan fisik menjadi sehat. Sehingga kebanyakan dari wanita yang mengalami gagal diet karena salah aturan. Sebelum mereka melakukan diet, mereka harus mengenali jenis diet yang sesuai dengan tubuh mereka. Karena diet memiliki banyak jenis yang dapat disesuaikan dengan kadar lemak tubuh masing-masing. Jenis-jenis diet yaitu diet dengan mengkonsumsi buah, sayur, mengganti beras putih menjadi beras merah, tidak mengkonsumsi makanan berminyak.

Sehingga langkah yang baik untuk melakukan diet adalah mereka harus mengetahui arti diet. Diet bukanlah menghilangkan karbohidrat namun menghilangkan lemak dalam tubuh. Kemudian mereka memilih jenis diet yang sesuai dengan tubuh. Setelah itu barulah lakukan diet secara konsisten.

Minggu, 27 Desember 2015

Abstrak

1. Abstrak
Pengertian Abstrak adalah gambaran menyeluruh mengenai kegiatan penelitian yang dibuat secara ringkas. Dengan adanya bagian abstrak ini memberikan gambaran kepada pembaca mengenai isi laporan yang akan dibacanya. Penulisan abstrak ini menjadi penting karena isi abstrak akan mempengaruhi pembaca untuk memutuskan apakah ia akan membaca laporan tersebut atau tidak.

2. Contoh Abstrak


3. Yang dimuat dalam abstrak
Abstrak selalu dalam bentuk informatif, terdiri dari 200 – 250 kata yang berisi :

a.       Tujuan dan masalah penelitian
b.       Metode penelitian
c.       Hasil yang diperoleh pada penelitian
d.       Kesimpulan
e.       Kata Kunci

4. Cara membuat abstrak

- Membuat penulisan ilmiah dahulu
          Walaupun abstrak berada di halaman depan penulisan ilmiah, namun karena abstrak berisi ringkasan dari penulisan ilmiah, maka kita harus mebuat penulisannya dahulu. Walaupun kita sudah tahu isi penulisannya, akan lebih baik menulis abstrak dilakukan terakhir, supaya anda bisa memberikan ringkasan yang lebih akurat karena anda sudah mengetahui apa yang anda tulis.

- Tinjau dan pahami hal-hal yang perlu ditulis
          Tinjau dan pahami disini maksudnya adalah memperhatikan apakah ada panjang maksimum dan minumumnya, siapa yang membaca abstraksi ini, apakah ada gaya penulisan yang perlu diperhatikan, dan lain sebagainya.

- Tentukan jenis abstrak yang ingin ditulis
          Abstrak dibagi menjadi dua : abstrak deskriptif dan informatif. Perbedaannya adalah kalau abstrak deskriptif menjelaskan tujuan dan metode penelitian tetapi tidak menuliskan bagian hasil. Abstrak deskriptif lebih baik digunaka untuk makalah yang pendek.
          Sedangkan abstrak informatif memberikan tinjauan semua penelitian termasuk hasil, abstrak informatif biasanya digunakan untuk penelitian yang teknis atau lebih panjang.

5. Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Fungsi Daftar Pustaka

a.  Sebagai salah satu cara untuk memberikan berbagai referensi yang berhubungan bagi pembaca untuk melakukan sebuah kajian lanjutan maupun kajian ulang yang berhubungan dengan tema buku tersebut.

b.  Sebagai sebuah bentuk apresiasi terhadap penulis baik penulis buku maupun karya tulis atas karyanya yang telah memberikan manfaat dan peranan terhadap penulisan sebuah buku atau karya tulis.

6. Contoh Daftar Pustaka


7. Penulisan daftar pustaka yang baik dan benar
Terdapat empat unsur yang harus diperhatikan urutan dalam penulisan daftar pustaka, yaitu :

1) nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga,

2) tahun terbitan karya ilmiah yang bersangkutan,

3) judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kalli kecuali untuk kata sambung dan kata depan, dan

4) data publikasi berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.


Hal-hal yang perlu diperhatikan:


a. Tulis nama penulis sesuai dengan huruf alfabet (A-Z).

b. Apabila nama penulis sama namun judul buku berbeda, maka dibawah nama diberi tanda garis panjang sebanyak 10 sekaligus mengurutkan tahun yang lama ketahun yang lebih baru.


Contoh: Mustava Wijayakusuma. 2009. Mukjizat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.
                 __________. 2010. Khasiat Air Putih. Yogjakarta: Data Media.


c. Apabila mendapatkan buku dengan dua penulis, maka nama kedua penulis tersebut di tulis semua.


Contoh : Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar. 2010. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.


d. Jika nama penulis banyak (lebih dari satu orang), maka penulis utama yang dicantumkan kemudian diberi tanda koma dan diikuti dkk (dan kawan-kawan).


Contoh: Zuhdi, dkk. 2008. Cara Menulis Buku. Malang: Rena Press.


e. Jika penulis buku orang asing, maka penulisan namanya dibalik dan diikuti tanda koma. Hal ini dikarenakan nama asing meletakkan nama sendiri di belakang nama keluarga atau nama marga.


Contoh : Harrison, P. 1987. The Greening of Africa. Penguin Books: New York.




Sumber :
http://www.tipspendidikan.site/2015/04/cara-menulis-daftar-pustaka-yang-baik.html?m=1 http://imstuff-it.blogspot.co.id/2014/12/kutipan-daftar-pustaka-catatan-kaki.html?m=1
https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/09/26/serial-teknik-penulisan-ilmiah-penulisan-daftar-pustaka/ http://contohsurat123.blogspot.co.id/2015/03/contoh-penulisan-daftar-pustaka.html?m=1 http://safiraayuandrini.blogspot.co.id/
http://library.gunadarma.ac.id/epaper/viewer/129960/10100681#page/1/mode/1up
 http://ferandaannisa.blogspot.co.id/2015/12/abstrak_19.html

Perencanaan Penulisan Ilmiah

Penulisan ilmiah adalah laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Adapun bagian-bagian yang dimuat dalam penulisan ilmiah, seperti di bawah ini : 

1. Bagian Awal

● Cover      
Cover atau halaman judul merupakan bagian awal yang ada di urutan nomor 1. Menurut saya, dengan adanya cover akan menghasilkan informasi bagi pihak yang bersangkutan. Sehingga pihak tersebut dapat mengetahui siapa yang membuat dan apa yang dibuat dengan mudah dan cepat. Karena di hal-hal yang dimuat dalam cover meliputi:

 - Judul Penulisan Ilmiah
 - Nama penyusun PI
 - NPM
 - Jurusan
 - Pembimbing
 - Tahun penyusunan PI

● Lembar Pernyataan
 Lembar penyataan termasuk ke dalam bagian awal penulisan ilmiah. Dimana ia memiliki peran yang penting sebagai bukti keaslian laporan penulisan ilmiah yang telah dibuat. Karena halaman pernyataan ini berisi pernyataan bahwa penulisan ilmiah ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.

● Lembar Pengesahan    
Pada lembar pengesahan ini, hal yang perlu dituliskan adalah Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan Tanda Tangan Pembimbing, Koordinator PI, serta Direktur.

● Abstraksi  
Berisi ringkasan dari penulisan secara singkat, jelas, dan padat. Dan ia dibatasi maksimal 1 halaman.

Fungsi dari abstrak :

- menghindari terjadinya duplikasi tulisan
- memberikan informasi kepada pembaca tentang hasil penelitian yang sudah dibuat


● Kata Pengantar    
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian dan PI (a.l. Direktur, Koordinator PI, Pembimbing, Perusahaan (jika ada), Orang tua, keluarga, teman dll ).

● Daftar isi    
Bagian dalam daftar isi ialah mencantumkan informasi dengan cara menuliskan nomor halaman dari tiap bagian materi yang berbeda.

2. Bab I : pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metodologi penelitian.

● Latar belakang masalah
Menguraikan alasan penyusun atau mengapa penulis sampai kepada pemilihan topik permasalahan yang bersangkutan. Isi dari latar belakang masalah antara lain keingintahuan, gejala, dan identifikasi masalah.

● Rumusan masalah dan Batasan masalah
Merumuskan secara detil permasalahan yang akan dibahas pada penelitian, serta memberikan batasan yang jelas bagian mana dari persoalan yang dikaji dan bagian mana yang tidak.

● tujuan penelitian
Menggambarkan hasil-hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

● Metodologi penelitian
menjelaskan pelaksanaan kegiatan penelitian, data/variable yang digunakan, metode pengumpulan data, dan alat analisis yang digunakan. Jenis-Jenis Metode Penelitian :

a.  Studi Pustaka    : Semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal ilmiah.
b.  Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
c.  Gabungan          : Menggunakan gabungan kedua metode di atas.


(Bila penulis melakukan Praktek Kerja, laporan ditulis menurut format PI).

3. Bab II : Landasan teori
Berisi tentang materi/ grand theory yang di gunakam.Dengan kata lain, pada bab 2 landasan teori ini menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang terdiri atas pustaka terbaru, relevan dan asli dari jurnal ilmiah, kajian yang dengan jelas menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian yang dilakukan dan mengacu pada daftar pustaka. Dan dapat diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya (jika sudah pernah diteliti).

4. Bab III : Metodologi penelitian
Bab III ini berisi penjelasan atau pengenalan objek penelitian,  menjelaskan pelaksanaan kegiatan penelitian, data/variable yang digunakan, metode pengumpulan data, dan alat analisis yang digunakan.

5. Bab IV : Pembahasan
Berisi tentang perhitungan dan pembahasan penelitian yang kita kerjakan serta diikutin dengan penjelasannya.  

6. Bab V : Penutup
Bab ke V atau penutup ini berisikan dua bagian, yaitu kesimpulan dan saran.

● Kesimpulan
Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian.

● Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian. Saran hendaknya kongkrit, realistis, bernilai praktis dan terarah.

7. Bagian Akhir
Bagian akhir berisikan dua bagian pula, yaitu daftar pustaka dan lampiran.

● Daftar Pustaka
Berisi daftar referensi (buku, jurnal ilmiah, majalah, website dll), yang digunakan dalam penulisan. Buku referensi diharuskan terbit lima tahun terakhir.

● Lampiran
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, program, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik, atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.



Sumber :
https://aryonelmessi.wordpress.com/2011/02/24/penulisan-ilmiah-2/
http://yanitautami93.blogspot.co.id/2013/09/tips-dan-panduan-menghadapi-pi.html?m=1
http://safiraayuandrini.blogspot.co.id/2015/12/perencanaan-penulisan-ilmiah.html?m=1 https://ahmadfatoniofficial.wordpress.com/2012/06/20/pedoman-penulisan-ilmiah-pi/